Taking Master Degree and Registered Dietitian

Ini hasil dari obrolan tiga puluh menit di dalam mobil sama Rida dan Fira.
Hebat juga ya kita, obrolannya produktif dan sedikit berbobot euy.

Tau kan cars conversation itu emang percakapan yang entah kenapa, menarik dan brainstorming banget. Mulai dari yang nggak penting sampe yang penting banget. Dari yang bahas betapa baiknya Pak Kepala Cabang tempat magang yang nge treat kita layaknya konsumen langganan sampe nanti kalau lulus mau kerja atau lanjut sekolah lagi terus kalau punya suami mau gimana, usia berapa dan semacamnya.
Tapi somehow percakapan seperti ini diperlukan lho. Supaya kita selalu ingat, muda nggak selamanya. Udah waktunya targeting mau gimana ke depannya. Lebih fokus dan lebih sering menabung, both money and experiences. Ogah dong, nanti tua kere gara - gara keasikan senang - senang di masa muda.

Jadi, sebenernya kalau lulus nanti Calista masih bimbang - ceileh - mau lanjut sekolah S2 atau ambil kerja. Pertimbangannya, kalau S2 harus ambil di luar negeri dan full beasiswa, berat euy di luar negeri bayar sendiri, tapi kalau pilih S2 berarti kerjanya ditunda dulu. Kalau pilih kerja, entah kenapa, masih kurang sreg kalau belum dapet gelar dan ilmu di S2. Sebenernya juga, semester depan setelah lengser dari BEM, Calista mau ambil exchange ke Singapore atau Thailand biar bisa transfer ilmu dengan konsekuensi lulusnya telat satu semester. Semoga aja kesampaian ya, amin.

Kalau S2 nanti Calista mau ambil spesialis di Sport Nutrition dan pengennya di kota manapun asal di Europe, heheheh soalnya pingin banget jalan - jalan ke Europe dan sekitarnya. Udah cari - cari dan tertarik di Leeds University, London, UK tapi nggak tau lagi ya kalau ada opsi lain. Nanti kerjanya masih pengen yang berbau di bidang olahraga. Mungkin ambil Koni atau di rumah sakit. Tapi kalau mau rumah sakit harus ikut pendprof biar dapet gelar RD. Jadi, kalkulasinya habis lulus mau S2, setelah selesai mau ambil pendprof RD. RD sendiri di Indonesia sekarang baru ada di UGM sama di UB.

Leeds University, Leeds, West Yorkshire, England
Tapi nih, takut keasikkan belajar terus lupa kodrat wanita yaitu... menikah *jeng*
Itungannya lulus umur 22 - ambil S2 2 tahun, 24 - ambil RD 2 tahun - total 26 tahun. Tuh kan, 26 tahun, maksimal harus nikah banget lol. Dulu target nikah aku usia 23 atau 24 tahun lho.
Siapapun jodoh aku, jangan lupa pinang aku di usia 23 atau 24 tahun ya! apasih lis wkw. Salah satu pertimbangan yang dipikirkan adalah ya itu, takut kelamaan nikahnya kan pengen nikah muda biar cepet halal biar bisa pacaran habis nikah! A woman can dream right?

Terus kalau udah selesai belajarnya mau banget kerja di tim olahraga, Internasional kalo bisa, jadi ahli gizi nya Cleveland Cavaliers such a dream banget kan. Tapi sejauh ini salah satu impian - yang realistis - mau banget bisa kerja jadi ahli gizi Timnas Basket Indonesia kalau untuk tim domestik pengen bisa di Garuda Bandung atau Aspac Jakarta, tim jagoan aku tuh. Kalau RS pengen di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta yang biasanya buat presiden dan tentara gitu. Amin.

So, bismillah semoga apa yang aku tulis yang aku impikan di post ini bisa kesampaian semuanya atau kalau cuma dikabulkan beberapa tetep bersyukur kok, amin. Tapi juga harus inget, sebaik apapun keinginan dan harapan tetep Allah nomor satu yang nentukan :)

Selagi masih muda, sehat dan ada kesempatan -- belajar terus setinggi mungkin.

Yes, we are hot ;)
#DareToDream
#AimHigher
#BelajarLagiBelajarTerus


No comments:

Post a Comment

Calista Segalita. Powered by Blogger.