So, how did I get here?

Hoy, alles goed? Hopes everything going well. Back again with my second post in Netherlands and it's been one month since my last one.........yeah, too much break. Did not go as I planned too 😂 after this, will do write more #promise.

So now, since some of my friends asked me how I got my scholarship and else aaand I wanna share about this one so everyone's get the points of view or might be interested to get scholarship or feel inspired #sokiye. will share the process from zero. ps. am not an expert about this one, not trying to be a brainiac or some arrogant smartass...

---------------------



Program beasiswa yang aku jalanin sekarang adalah program student exchange dari International Office and Partnership UNAIR atau IOP UNAIR. Beasiswa saya ini jenis tuitition wave, biaya hidup saya dapat bantuan dari fakultas, rektorat, sponsor, dan ada biaya sendiri. Jadi awal mulanya memang dari semester satu, udah ada rencana atau goals pokoknya harus ikut student exchange --- supaya bisa pergi ke luar negeri, dibayarin --- Iya, motivasinya sesederhana itu. Siapa sih yang nggak mau ke luar negeri dibayarin? hahaha, terlepas dari alasan studi dan yg lain yaa

Jadilah saya dari semester satu udah rajin ubek - ubek page facebook si IOP UNAIR ini, cari info tentang beasiswa dan semacamnya. Selain itu, dari tahun pertama kuliah juga sering tanya - tanya ke bagian kemahasiswaan fakultas tentang beasiswa. Dulu inget banget, jaman masih maba pertama kali pergi ke ruangan bu Didin selaku kabag kemahasiswaan (kira - kira ibu inget saya nggak ya dulu? hehe). Celingak celinguk nggak tau ruangannya, yang namanya bu Didin itu yang mana, orangnya serem apa nggak dsb, ya pernah ngerasain jadi maba kan jadi pasti tau lah rasanya.

Dan disitu saya tanya banyak tentang beasiswa terutama untuk student exchange. Pada kala itu, FKM UNAIR belum punya koneksi atau kerja sama student exchange full tuition fee dengan universitas luar negeri, yang membuat saya sedih sekali bin ngiri dengan fakultas lain hehehe karena kakak saya di FIB UNAIR (sekarang alumni) dia bilang di fakultasnya ada program student exchange kerja sama dgn univeristas luar negeri, which is dia joined, jadi dulu kakak saya juga ikut studex satu semester di Universitas Malaya jurusan humanities gitu. So sering-sering lah kalian tanya dan cari tau ke bagian kemahasiswaan karena mungkin aja fakultas kalian kerjasama dengan universitas luar.

Sepertinya sekarang FKM udah ada kerjasama dsb nya, karena saya liat bulan kemarin ada pengumuman summer school di Mahidol University. *kenapa ada setelah saya berangkat sih 😂* Dan pasti ada program exchange lainnya. Ini keren banget, dengan ada kerjasama kayak gini memfasilitasi kalian buat experience something out there, jangan mau disia - siain ya, beruntung lho sekarang program mahasiswa dari FKM udah lebih bagus dari pada jaman awal saya masuk.

Lagi di acara Fontys untuk promosi universitas dari seluruh dunia
Pas tahun kedua kuliah saya sempat keterima program studex ke Brunei program nya IOP UNAIR juga tapi saya drop karena tanggung jawab di bem. Di tahun ketiga saya udah commit nih, pokoknya harus banget exchange, nggak boleh ditunda lagi. Kemudian nemulah program exchange ke Fontys University selama satu semester, lihat jurusannya dan ada yang saya ingin akhirnya saya apply.

Apa aja yang di submit? file - file standard apply beasiswa seperti transkrip nilai, motivation letter dalam bahasa inggris, sertifikat toefl, cv dan sejenisnya. Fyi, rata-rata minimal toefl 500 ya. Setelah submit itu tunggu pengumuman kelolosan berkas kurang lebih jangka waktu pendaftaran satu bulan lebih jadi cukup banyak waktunya. Nah sebelum memutuskan untuk apply dan submit harus dipikir matang-matang dulu, dilihat detail jenis beasiswa dan urusan kebelakangnya akan gimana. Kalau misal keterima bisa nggak transfer credit dsb. Untuk hal-hal penting tentang studex nanti aku tulis terpisah ya! hehehe.

Pengumuman lolos berkas, saya lolos, terus interview. Waktu itu saya di interview sama dua orang dari pihak IOP UNAIR. Dan interview nya nggak sendiri, sm peserta lainnya. Jadi ada dua penginterview dan tiga peserta. Nah lho!? kalo diinget - inget pas interview dulu agak gengges dan grogi juga, kan kita jadi tau saingan kita bakal hebat atau nggak. Intinya kalo interview model kayak gitu, focus on yourself and your answer. Nggak usah mikirin jawaban orang lain nanti malah jawabanmu jelek dan nggak nyambung gitu deh,

Apa aja yang ditanyain? to be honest pertanyaan-pertanyannya nggak susah, gampang, pertanyaannya lebih ke arah personal dan motivasi kenapa kok mau ikut ini. Seingetku pertanyaannya macam;
  • About yourself; ceritain tentang diri kamu, pengalaman hidup / pergi keluar negeri atau ikut program sejenis, motivasi dan alasan kenapa mau ikut dan semacamnya. Terus mereka akan gali lagi tentang kamu, waktu itu saya ditanya tentang kelemahan terbesar apa, prestasi atau kenangan yang paling dibanggakan itu apa, how to deal with other people dll.
Jadi intinya, kamu harus ngenalin diri kamu sendiri. Oya pas interview pake bahasa inggris ya -- so, ngomong bahasa inggris dengan cukup lancar adalah salah satu kunci keberhasilan #ceileh. Karena kalo ngomong inggris mu bagus kamu bisa jawab dan jelasin dengan lancar dan jelas pula. Nggak usah takut dan minder.. yang aku sebutkan adalah 'cukup' lancar, nggak harus macam aktor hollywood pokoknya kalian berani aja, nggak usah mikirin grammar. Orang Belanda dan bule lainnya aja pas ngomong inggris, grammarnya juga banyak yang salah kok.

Berani dan yakin sama diri kamu sendiri ngebantu untuk boost confidence waktu jawabin pertanyaan-pertanyaan itu lho! Saya ngerasa gampang, karena dulu kaya udah yakin ikut gitu nggak buat coba-coba dan udah cari tau jadi waktu jawab ngalir aja gitu. Somehow, keliatan dari jawaban kalian lho kalo cuma buat coba-coba aja dan nggak terlalu 'into' banget. Jawaban kalian jadi keliatan ngambang dan terlalu normatif, nggak terlalu spesifik. Saya inget dulu saya jawab kenapa mau ikut studex karena jurusan yg saya ambil akan berguna buat rencana master dan kerja saya. Jadi buat kalian yang emang tertarik buat ikut studex bisa dipikir matang-matang dulu kenapa mau ikut biar nanti jawabnya bisa gampang dan emang jujur dari niatan kalian ðŸ‘ðŸ»

Pas interview ini satu pertanyaan dijawabnya bergiliran, contoh nih pertanyaan A terus yang jawab saya dulu terus peserta b dan c. Urutannya bebas, nggak terlalu formal cenderung kayak ngobrol biasa tapi itu yang bikin grogi juga hahah.

Setelah interview selesai seminggu kemudian dapet email kalau saya keterima. Tapi berkas-berkas saya harus dikirim ke Fontys dulu untuk acceptance disananya. Singkat cerita, setelah dapat LOA saya harus submit berkas-berkas untuk keperluan disana; visa, asuransi, surat ijin tinggal, keterangan beasiswa dan sebagainya. Banyaaak dan cukup bikin repot 😂 belum lagi saya juga harus bikin proposal untuk dana bantuan ke fakultas, rektorat, dan sponsorship. Jujur aja, cukup menyita waktu dan pikiran apalagi waktu itu saya lagi padat-padatnya jadwal praktikum #dietetika:)

Saya juga nggak cerita ke temen-temen karena takut pamali, udah cerita-cerita ntar nggak jadi berangkat. Jadi waktu sibuk ngurus ini-itu mereka yg tanya saya ngurusin apa, saya jawab aja urusan bem hehehe. Alhamdulillah, dari pihak Fontys sangat helpful dan responsif banget kalau saya tanya via email beberapa jam atau sehari kemudian langsung dibales. Salute!

Ada satu kejadian yang bikin saya sangat was-was dan demotivated, yaitu VISA!!
Jadi temen-temen, waktu saya nyampe di Belanda saya tuh udah telat dua minggu dari jadwal asli kuliahnya karena visa nggak keluar-keluar. Ada kali saya nunggu balasan dari pihak Belanda 3-4 minggu padahal temen saya yg juga berangkat, dan kita submit berkas barengan dapet balasannya jauh lebih cepet daripada saya. Dan padahal juga nih, kalo udah dapet balesan dari Belanda saya harus ke Jakarta dulu buat ngeluarin visa nya yang butuh waktu satu minggu. Jadi total proses bisa satu bulan lebih...

Setelah dapat email balasan, besok nya saya langsung ke Jakarta untuk urus visa dan alhamdulillah nggak nyampe seminggu visa udah jadi. Pas itu saya bolak balik Jakarta-Surabaya, karena harus packing juga (iya, packing aja juga buru-buru). Pokoknya belum sempet pamitan ke banyak orang, bahkan ngasih tau ke temen-temen h-2 berangkat saking visanya keluar mendadak hehe. Persiapan serba mendadak (padahal udah nyicil) karena aku ngejar kuliahnya jadi pengen cepet berangkat, eman kalau ketinggalan.

Dari segala proses, proses visa ini yang bikin saya drop, takut nggak bisa berangkat karena udah telat banget kuliahnya. Bahkan waktu itu di email sama Fontys, saya ini jadi berangkat apa nggak? hahaha. Drama lah pokoknya. In the end, saya akhirnya berangkat setelah dua minggu telat, sekitar tanggal 15-16an februari kalau nggak salah. Yang membuat saya amazed dan awed ketika dateng ke perkuliahan pertama kali, they helped me a lot dan bahkan nggak mempermasalahkan saya telat karena emang karena visa, even para dosennya willingly and openly discussed if I had troubles. Top banget, beda deh hehehe. Dan untungnya seminggu kemudian ada libur satu minggu, ada carnival vacation week gitu, dan di satu minggu itu saya ngejar pelajaran yang ketinggalan.

Overall, sampai sekarang saya enjoy dan senang sekali dengan proses dan pengalaman yang saya rasain. I learnt something new, banyak yang saya dapat. Membuat saya semakin berani untuk nggapai mimpi-mimpi yang lain. Even, disini saya jadi punya banyak waktu berpikir to figure it out about my life and what to do next.

---------------------

That's my story more or less how I finally ended up here. Sebenernya tuh, dari yg aku alamin, kuncinya adalah berani dan yakin. Kalau udah punya dua itu insyaallah dimudahkan. Buat yang takut nggak jago ngomong bahasa inggris, dilatih aja mulai dari sekarang, kecil-kecilan aja kayak ngobrol sm temen atau bikin speech sendiri dsb. Buat nilai toefl yang belum 500, mulai belajar juga supaya minimal bisa 500, semuanya butuh usaha tapi jangan lupa enjoy ~


Regards,
Me ðŸŒ¸
(the one who thrilled bc Ramadhan is one week away, kira-kira gimana ya puasa di Belanda?)

2 comments:

  1. Such a really nice story, Cals. Hope I could follow you there,real soon 😄😍.

    ReplyDelete

Calista Segalita. Powered by Blogger.